make an appointment
Diharapkan GanisPH Semakin Profesional di Penatausahaan Kayu

Ketua Umum APIK Kalimantan Barat, Dedy Armayadi (kiri, depan) mengawasi uji kompetensi GanisPH gelombang I di Hotel Orchadz Gajahmada di Pontianak, Minggu, 19 Januari 2025. Dokumen foto: APIK Kalimantan Barat

 

Pontianak, APIK. Ketua Umum Asosiasi Pengolahan Industri Kayu (APIK) Kalimantan Barat, Dedy Armayadi S.Hut mengharapkan tenaga teknis pengelolaan hutan (GanisPH) siap menghadapi tantangan sesuai perkembangan zaman. Doerlukan penguatan agar semakin profesional dalam penatausahaan kayu.

 

“Selama ini sebagian besar keterampilan para GanisPH ini masih terbatas. Perlu menguatkan kompetensi dan pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi. Mereka harus tetap semangat dalam mencapai tujuan mewujudkan industri kehutanan berkelanjutan,” harap Dedy Armayadi di ruang kerjanya, Kamis, 6 Februari 2025.

 

Dikatakannya GanisPH merupakan setiap orang yang memiliki kompetensi kerja di bidang pengelolaan hutan. GanisPH berperan penting untuk memastikan pengelolaan hutan dilakukan secara lestari dan sesuai dengan peraturan dan sistem perundang0undangan yang berlaku.

 

“Standar kompetensi kerja GanisPH mencakup pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan tugas dan jabatan. GanisPH mendapat sertifikasi. Ada skema sertifikasi okupasi GanisPH yang mencakup bidang, seperti pengukuran, perpetaan hutan, perencanaan hutan, dan lain-lain,” tutur Dedy Armayadi.

 

Ia menerangkan fungsi GanisPH, dapat bekerja sebagai tenaga teknis pada pemegang perizinan berusaha maupun pelaksana pemanfaatan hutan. Bertindak sebagai karyawan di industri kayu atau tenaga ahli pada instansi pemerintah yang diperbantukan.

 

“GanisPH dapat melakukan pemetaan, pengukuran, pengelolaan data spasial hutan, dan menyusun rencana pengelolaan hutan secara lestari. Diharapkan GanisPH yang terhimpun di APIK Kalimantan Barat, menjadi lebih solid dalam menghadapi persoalan. Apalagi juga didukung oleh pemerintah yang punya tujuan yang sama, mendukung pengolahan kayu industri yang lestari,” papar Dedy Armayadi.

 

Keberadaan GanisPH, masih menurutnya, mendukung industri kayu yang Lestari di Kalimantan Barat, lebih maju, berkembang, dan mampu berakselerasi dengan perkembangan zaman. Sebagai bagian dari upaya, menata kembali industri kehutanan berkelanjutan.

 

“Penggunaan sumber bahan baku secara efisien dan peningkatan nilai produk hasil hutan saat ini menjadi sangat penting. Supaya produk kayu lokal Kalimantan Barat dapat bersaing di pangsa pasar domestik hingga mancanegara,” doa Dedy Armayadi.

 

Melalui alih teknologi modern, lanjutnya, mampu memanfaatkan bahan baku daur ulang, mengingat tidak semua bahan baku digunakan secara optimal. Supaya mengurangi limbah kayu dari industri pengolahan. Termasuk mengurangi penebangan pohon di hutan, supaya hutan kita tetap lestari.

 

“Pemanfaatan bahan daur ulang dan teknologi, industri kayu diharapkan dapat menghemat lebih dari 50 persen sumber daya alam. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan industri kehutanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” tutur Dedy Armayadi. (m48)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *